Ada Apa Sebenarnya?

*Ada Apa Sebenarnya

Salah-satu ritual yang sangat menakjubkan dalam agama Islam adalah: puasa bulan ramadhan. Sekali bulan Ramadhan tiba, maka berbondong2lah orang ramai mengunjungi masjid. Berbondong2lah orang membaca Al Qur’an. Berbondong2lah orang beramal baik, sedekah, saling bersilaturahmi, belajar agama, dll. Ramadhan menjadi magnet yang mengagumkan.

Apakah kita suka dengan berpuasa?

Honestly jawabannya: TIDAK. Jangan marah dan protes dulu. Ijinkan saya menjelaskannya baik-baik.

Kita memang tidak suka berpuasa. Berikut alasannya: 1. Manusia tidak didesain untuk berpuasa. Manusia itu didesain untuk makan. Kita bukan beruang yang masuk gua, tidur panjang, karena musim dingin. Atau kepompong, puasa berhari2 jadi kupu2. Manusia tidak punya masalah dengan alam, mereka bisa “menaklukkannya”, pun tdk perlu bermetaformosis.

2. Alasan berikutnya, di dunia ini, segala sesuatu yang diperintah oleh Allah, lazimnya tidak akan disukai manusia. Wah, dek, shalat, infaq, sedekah, dll, itu tidak menarik toh? Lebih menarik mabuk2an, teler, berjudi, berbohong, mencuri semua yang menyenangkan dan bikin hepi. Karena itulah agama. Bagi orang2 yg beragama, dunia ini bagai penjara baginya, semua penuh aturan ini-itu, tapi kelak, akherat adalah kebebasan yg sempurna. Pun sebaliknya, bagi yg tidak beragama, dunia ini adalah surganya, bebas mau ngapain saja, tapi kelak, dia akan terpenjara. Silahkan pilih.

Apakah kita suka disuruh berpuasa? Defaultnya: TIDAK. Ngapain pula bangun jam 2-3 subuh? Sahur. Kemudian lapar seharian? Mending tidur toh? Secara akal sehat, kita better tidur, dek. Kecuali situ jomblo, nggak bisa tidur. Duuh, saya ngelantur.

Tapi kenapa kita jadi semangat sekali berpuasa? Berbondong2 ratusan juta umat muslim mau melaksanakannya? Karena kita punya “iman” di dalam hati. Wah, bicara soal iman, keyakinan, sekali kita menjalankannya dengan rasa yakin, kita akan melaksanakan sesuatu dgn ringan, rileks. Inilah hakikat iman, dan itulah hakikat puasa, dia memanggil orang2 yang beriman, hai katanya. Yang tidak beriman, memang tidak hai.

Ramadhan adalah ritual agama Islam yang menakjubkan. Silahkan saja orang2 berpolemik soal ini, itu, ribut ini, itu, protes ini, itu, itu dikembalikan ke masing2. Karena toh, di dunia ini, urusan upil saja bisa jadi bahan bully. Tapi bagi yang benar2 beriman, dia akan menyambut Ramadhan dgn utuh, tidak ada topeng saat dia menyambutnya. Karena dia benar2 hepi, bukan sok hepi (tapi di dalam hatinya mengomel). Dan perkara soal sungguhan hepi, atau defaultnya memang tidak suka puasa, hanya kita yang tahu persis.

Hai, Ramadhan telah menyapa.

Source:https://www.facebook.com/tereliyewriter/?fref=ts

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s